Pemasangan Barcode Retribusi di Perumahan Kota Batam

Perkembangan zaman semakin maju sehingga semua fasilitas telah menggunakan media internet atau online. Bukan hanya menjual barang saja yang via online, sekarang semua pembayaran dan administrasi juga melalui online. Selain untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, pembayaran via online juga mempermudah dalam menginput data sehingga tidak perlu repot-repot lagi mengantri.

Tanpa terkecuali Pemerintah Kota Batam yang mulai menerapkan pembayaran via online atau non tunai. Dalam membantu mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Batam mengenai pembayaran non tunai, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menerapkan pembayaran non tunai untuk pembayaran semua tagihan yang semula tunai dialihkan menjadi non tunai seperti halnya untuk pembayaran tagihan retribusi. DLH melakukan pemasangan stiker barcode pada setiap rumah di perumahan yang ada di Batam untuk mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa pembayaran akan dimulai dengan sistem non tunai.

Pada Rabu pagi (24/01) kemarin Kasi Bidang Retribusi, Dwiki Septiawan, SIP, M.Si beserta staf dengan didampingi oleh Lurah Sei Harapan, Zulsafli dan Ketua RT 003 mulai melakukan pemasangan barcode tagihan retribusi persampahan/kebersihan dimulai dari Perumahan Masyeba Gading Mas. Pemasangan barcode dilakukan dari rumah ke rumah dengan menempelkan stiker barcode pada setiap dinding rumah dan melakukan uji coba scan terhadap barcode tersebut. Pemasangan barcode berlangsung selama 2 hari kerja.

Stiker barcode tersebut merupakan fasilitas pemerintah Kota Batam dalam menerapkan sistem pembayaran non tunai yang dilengkapi dengan alat PDA untuk mengetahui jumlah tagihan retribusi pada masing-masing rumah. Alat PDA dipegang oleh kolektor retribusi untuk menscan stiker barcode yang telah tertempel pada dinding rumah-rumah. Setelah discan maka dari alat PDA akan keluar tagihannya. Tanggapan masyarakat sangat positif dengan adanya pemasangan stiker barcode tersebut karena mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

Komentar (0)

Tinggalkan sebuah komentar

Silahkan masuk untuk memulai komentar.